NAMA : SESRIN YUSPITA VITARIA LAHAGUJURUSAN : SISTEM INFORMASI
KELAS: MALAM
1.SEKARANG INI BANYAK DEMO BURUH, ADAKAH HUNBUNGANYA DEMO BURUH INI DENGAN MASALAH PEREKONOMIAN YANG ADA? , APAKAH DAMPAK DEMO BURUS TERHADAP MASALAH EKONOMI ?
demo buruh sangat berkaitan dengan masalah perekonomian yang ada karena demo buruh berdampampak pada penurunan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara jika terjadi berlarut - larut.
demo buruh akan sangat terasa pada output perusahaan. Produksi perusahaan berhenti berjam-jam dan berpengaruh pada indeks produksi. Dengan kata lain, perusahaan menjadi tidak produktif lagi.
nilai tambah produksi juga akan terus menurun. Dengan menurunnya nilai tambah dan output produksi, akhirnya membuat kemampuan perusahaan menggaji karyawan menjadi tergerus.
2. APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG KEBUTUHAN? KEBUTUHAN BISA DITUTUPI DENGAN CARA BAGAIMANA ? KEBUTUHAN DIPENGARUHI OLEH APA ?
∆ Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secara alamiah melalui pencapaian kesejahteraan.Kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan tingkat kepentingannya, waktu, sifat, dan subjeknya. Pemenuhan kebutuhan dapat berupa barang, jasa, sesuatu yang berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud.Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh keadaan alam, agama, adat , dan peradaban .Sifat dari kebutuhan adalah tidak terbatas, meningkat dan selalu berubah.
∆ cara menutupi kebutuhan yaitu :
* yang pertama dengan cara "Membuatnya" sendiri (memproduksi) atau mencarinya sendiri. Misalnya, pada saat kita lapar, kita bisa memperoleh makanan dengan cara berburu hewan, hewan hasil buruan ini bisa kita makan untuk hidup. Kita bisa juga memperoleh kebutuhan kita dengan cara menanam sayur/buah-buahan hasil dari panen sayur buah ini barulah bisa kita memenuhi kebutuhan kita. Bumi ini terutama di Indonesia adalah lahan yang sangat subur dan potensial untuk menanam apa saja yang bisa kita makan… Kekurangannya adalah saat ini kita kekurangan waktu dan tenaga yang cukup untuk "membuatnya" atau "mencarinya" nya sendiri. Dibutuhkan cara lain yang lebih mudah dan efektif untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita ini.
* Yang kedua dengan cara "Memaksa" atau "merebut". Kita juga bisa memperoleh apa yang kita inginkan (NEEDS) dengan cara MEMAKSA atau merebutnya dari orang lain. Hal ini tidak dianjurkan karena akan berakibat FATAL. Tidak ada manfaat yg akan diperoleh kecuali kerugian yang akan didapatkan. Kita mungkin akan memperoleh apa yang kita inginkan tapi hal itu akan merugikan bagi orang lain dan tentu saja akan merugikan bagi diri kita sendiri pada akhirnya kelak… Ada banyak contoh yang menggambarkan akibat dari pemaksaan terhadap hak orang lain. Misalnya para pencuri/perampok atau para koruptor yang semakin hari semakin banyak yang mendekam di penjara. Mereka mungkin mendapatkan keinginan mereka akan uang atau harta tapi mereka malah tidak mendapatkan KEBUTUHAN hakiki mereka akan "tidur yang cukup", kehidupan yang harmonis, hubungan yang baik dengan teman atau keluarga dan nama baik yang rusak akibat dari cara-cara pemaksaan kehendak ini.
* yang ketiga dengan cara "Meminta". Kita juga bisa memperoleh apa yang kita butuhkan dengan cara MEMINTAnya kepada orang lain. Dengan adanya bantuan orang lain kita memperoleh apa-apa yang kita inginkan. Adapun timbal balik yang kita berikan kepada orang yang telah “memberi” tersebut adalah ucapan “terima kasih” ataupun doa yang memberi berkah. Atau bisa juga kita membalasnya dengan memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan hidupnya.
* Yang keempat yang paling efisien dan efektif adalah dengan cara "Menukarkan" (exchange). Dalam hal inilah konsep Pemasaran telah dijalankan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan kita. Jika kita ingin MEMILIKI SESUATU maka kita juga akan memberikan sesuatu yang dianggap bernilai bagi orang lain. Misalnya, jika kita ingin makan, maka orang lain menginginkan timbal baliknya juga misalnya mereka juga ingin mendapatkan uang atau produk lainya yang dianggap dapat saling memuaskan kebutuhan masing-masing. Konsep ini adalah konsep win-win solution artinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan masing-masing. Jika seseorang ingin buah-buahan beliau tidak lagi harus bersusah payah menanamnya tapi cukup “menukarkan” apa yang beliau miliki untuk ditukarkan kepada pihak lain yang membutuhkannya yang sesuai dengan “nilai manfaat” yang diinginkan oleh pihak lainnya. PEMASARAN berusaha untuk “memudahkan” dan memberi “solusi” bagi setiap kebutuhan dan keinginan manusia pada umumnya.
∆ Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan
antara lain adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan, lingkungan tempat tinggal, kemajuan IPTEK, tingkat pendapatan, status sosial, dan perbedaan selera. Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap suatu barang atau jasa yang menuntut adanya pemenuhan yang apabila tidak dipenuhi maka akan mempengaruhi kehidupan.
3. MENURUT ANDA BAGAIMANA KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI? MENGAPA SAMPAI TERJADI HAL YANG DEMIKIAN
Penyebaran virus corona telah mengubah banyak rencana dan situasi perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Pada 2020 ini, Indonesia resmi mengalami resesi karena dampak pandemi Covid-19.
Bagaimana refleksi kondisi perekonomian Indonesia sepanjang tahun ini dan apa yang membuat kita bisa optimistis pada 2021?
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia menunjukkan perlambatan yang signifikan.
Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang melambat hingga di bawah 5 persen pada akhir tahun 2020.
4. APA YANG MEMPENGARUHI NILAI UANG PADA SUATU NEGARA
Berikut adalah tujuh faktor penentu nilai tukar.
∆ inflasi
Biasanya, negara-negara dengan inflasi rendah akan melihat nilai tukar mereka terapresiasi. inflasi domestik yang rendah membuat barang-barang mereka lebih kompetitif di pasar internasional. Ekspor akan cenderung tinggi dan permintaan untuk mata uang domestik akan meningkat.
Sebaliknya, negara-negara dengan inflasi tinggi akan melihat mata uang mereka terdepresiasi karena produk mereka kurang kompetitif.
∆ suku bunga
Tingkat bunga domestik yang tinggi relatif terhadap pasar keuangan internasional meningkatkan aliran masuk modal, terutama ke pasar surat utang. Investor melihat negara menawarkan pengembalian yang lebih tinggi kepada pemberi pinjaman. Masuknya modal asing akan menyebabkan nilai tukar terapresiasi.
Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung menyebabkan nilai tukar terdepresiasi. Modal keluar dari negara tersebut dan pergi ke negara lain yang menawarkan pengembalian lebih tinggi.
∆ Neraca perdagangan
Sebagaimana dibahas sebelumnya, perdagangan internasional membutuhkan pembayaran. Pembayaran ini melibatkan pertukaran mata uang. Oleh karena itu, Neraca perdagangan mempengaruhi nilai tukar mata uang domestik.
Jika ekspor melebihi impor (surplus perdagangan), permintaan untuk mata uang domestik meningkat. Akibatnya, mata uang domestik terapresiasi.
∆ utang pemerintah
Ketika nilai utang pemerintah tinggi, ini meningkatkan risiko gagal bayar. Semakin tinggi risiko gagal bayar, semakin besar kemungkinan modal asing akan meninggalkan negara tersebut. Jika mengarah ke pelarian modal, ini dapat menyebabkan depresiasi tajam mata uang negara.
∆ Spekulasi
Fluktuasi kurs, dalam situasi tertentu, tidak selalu mencerminkan fundamental ekonomi suatu negara. Ini bisa disebabkan oleh kegiatan spekulatif. Spekulan biasanya akan mengambil keuntungan dari peluang jangka pendek untuk. Selain menyebabkan kurs mata uang menjadi lebih fluktuatif, kegiatan spekulatif juga dapat memperkuat dampak pelarian modal dari suatu negara.
∆ Risiko politik
Politik yang stabil menjaga iklim investasi, terutama dalam hal kebijakan ekonomi yang diambil. Dengan iklim investasi yang sehat, investor menjadi lebih percaya diri untuk menginvestasikan modalnya. Sebaliknya, gejolak politik dapat merusak kepercayaan investor dan dapat menyebabkan pelarian modal dalam jumlah besar.
∆ Pertumbuhan ekonomi
Investor asing biasanya akan mencari negara-negara dengan Pertumbuhan ekonomi
yang sehat. Kinerja ekonomi yang kuat menawarkan peluang untuk pengembalian yang lebih besar dan mendorong investor asing untuk menanamkan modalnya. Aliran modal positif mendorong apresiasi nilai mata uang negara tersebut.
5. JELASKAN TENTANG KECENDERUNGAN MENGONSUMSI MARJINAL
Kecenderungan mengkonsumsi marjinal (marginal propensity to consume atau MPC) adalah bagian dari pendapatan disposabel (disposable income) tambahan yang digunakan konsumen untuk membeli barang dan jasa. Kita menghitungnya dengan membagi perubahan dalam pengeluaran konsumsi dengan perubahan dalam disposable income.
PC sangat penting dalam menganalisis dampak konsumsi terhadap perekonomian. Konsumsi meningkat ketika pendapatan disposabel meningkat. Secara keseluruhan, seberapa besar pengaruh peningkatan pendapatan disposabel pada konsumsi rumah tangga akan tergantung pada MPC.
Rumah tangga berpenghasilan tinggi biasanya memiliki MPC yang lebih rendah. Ketika penghasilan mereka naik, mereka akan menabung lebih banyak, misalnya, dengan menginvestasikannya dalam bentuk saham atau surat utang. Alasannya, dengan pendapatan yang ada, mereka telah mampu memenuhi kebutuhan mereka dan sudah memiliki sebagian besar barang yang mereka inginkan.
Sebaliknya, MPC biasanya tinggi untuk rumah tangga berpendapatan rendah. Ketika mereka mendapatkan penghasilan tambahan, mereka cenderung mencurahkan lebih banyak porsi untuk konsumsi subsisten.
6.SEBUTKAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI
- Pendapatan.
- Perkiraan harga dimasa mendatang.
- Harga barang yang bersangkutan.
- Iklan.
- Ketersediaan barang dan jasa.
- Selera.
- Mode.
- Jumlah keluarga.
7. JIKA DIKETAHUI QD = 1000 -20P DAN QS = 200 -40P MAKA HARGA KESEIMBANGAN PASAR ADALAH
Qd=Qs
1000-20P=-200+40P
1000+200=40P+20P
1200=60P
P=1200/60
P=20
Harga keseimbangan pasar adalah 20
8. JIKA BIAYA TOTAL PEMBUATAN SUATU BARANG SEBESAR Rp. 750.000 SEDANGKAN FUNGSI PRODUKSINYA ADALAH TC = 5Q+250,MAKA JUMLAH BARANG YANG DI PRODUKSI ADALAH
TC = 750
5Q+250 = 750
5Q = 750 - 250
Q = 500/5
Q = 100 (c)
9. JIKA TR = 250Q-0,5Q²DAN TC = 1/3 Q³-13Q²+250 MAKA MAKSIMUM AKAN DIPEROLEH PADA SAAT OUTPUT (Q) MENCAPAI
Keuntungan atau laba maksimum terjadi saat MR = MC, maka
MR = MC
150 - Q = Q² - 26Q + 250
150 - 250 = Q² - 26Q + Q
-100 = Q² - 25Q
-100 = Q(Q - 25)
-100 = Q
dan untuk
-100 = Q - 25
-100 + 25 = Q
-75 = Q
10. DIKETAHUI DATA PEREKONOMIAN MAKRO SEBAGAI BERIKUT (MILYAR) :
sewa tanah : Rp.9.250
upah dan gaji : Rp.15.000
konsumsi : Rp.18.000
bunga modal : Rp.3.500
pengeluaran pemerintah :Rp.14.000
ekspor : Rp.12.500
impor :Rp.7.250
keuntungan :Rp.12.000
infestasi :Rp.4.500
berdasarkan data tersebut hitunglah pendapatan nasional melalui:
a. pendekatan pendapatan
b.pendekatan pengeluaran
a.Pendekatan Pendapatan
Y=W+R+I+P
=15.000.000+9.250.000+
=3.500.000+12.000.000
=39.750.000
b.Pendekatan pengeluaran
Y=C+I+G+X+M
=18.000.000+4.500.000+14.000.000+
=12.500.000+7.250.000
=56.250.000
Comments
Post a Comment