TUGAS MANDIRI 1 PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS

NAMA:SESRIN YUSPITA VITARIA LAHAGU

JURUSAN: SISTEM INFORMASI

KELAS: MALAM

1. SEJARAH ILMU EKONOMI

lmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu dalam rumpun Ilmu Ilmu Sosial yang tidak dipelajari setiap orang sedangkan dalam kenyataannya kegiatan ataupun tindakan ekonomi merupakan aktivitas yang selalu dan akan dilalui oleh setiap orang sampai pada akhir hidupnya. Sejarah singkat perkembangan ilmu ekonomi berawal pada tahun 1776 yaitu setelah Adam Smith (seorang ahli ekonomi dari Inggris yang dianggap sebagai “bapak ekonomi”) menerbitkan buku “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”.


Sebelum era Adam Smith sudah banyak sekali pemikiran tentang ekonomi bahkan dalam lingkup ekonomi makro yang membahas tentang perekonomi suatu Negara. Tapi sayangnya pemikiran tersebut tidak dikemukakan secara sistematis, pembahasan terbatas pada topic tertentu dan belum adanya analisis secara menyeluruh mengenai aspek kegiatan perekonomian dalam suatu masyarajat. Keterbatasan tersebut membuat analisis ilmu ekonomi masih dianggap sebagai cabang  ilmu yang belum mampu berdiri sendiri.

Dua abad setalah era Adam Smith terjadilah perkembangan yang sangat pesat terhadap bidang perekonomian dimana revolusi industri yang baru saja bermula pada saat itu telah berkembang menjadi industri canggih dengan teknologi yang jauh lebih berkembang. pertumbuhan dan modernisasi kegiatan ekonomi diberbagai Negara sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran ekonomi  sehingga pada saat ini terdapat  berbagai analisis dalam ilmu ekonomi yang sudah semakin komleks.

Secara umum analisis utama dalam ilmu ekonomi dapat dibedakan dalam dua bentuk yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro. Sebelum mengupas lebih dalam mengenai kedua analisis tersebut, sebaiknya kita memahami terebih dahulu mengenai pengertian ilmu ekonomi.

2. MASALAH-MASALAH EKONOMI YANG  SAAT INI TERJADI DIINDONESIA

1. Kemiskinan

2. Pengangguran

3. Daya beli stagnan

3. SYSTEM EKONOMI KAPITALISME

Para ilmuan telah sepakat bahwa kapitalisme adalah sebuah bentuk gerakan revolusi yang sifatnya mendasar bagi pembangunan masyarakan modern. Saat ini, kapitalisme bukan hanya diklaim sebagai suatu proses ekonomi, namun kapitalisme juga diklaim sebagai suatu peradaban yang berasal dari sebuah ideologi yang selanjutnya direalisasikan sebagai gaya hidup.

Milton H. Spencer (1990) menjelaskan bahwa pengertian ekonomi kapitalis adalah suatu sistem organisasi ekonomi yang ditandai oleh hak milik individu atas berbagai alat produksi dan distribusi yang berguna untuk mendapatkan keuntungan dalam kondisi bisnis yang sangat kompetitif.

Selanjutnya, sistem ekonomi kapitalis juga diartikan sebagai suatu sistem yang mampu memberikan kebebasan yang besar untuk setiap pelaku ekonomi guna melakukan berbagai kegiatan yang terbaik untuk kepentingan pribadi atas sumberdaya ekonomi ataupun berbagai faktor produksi lain.

Sistem ekonomi ini memiliki kebebasan pada tiap individu untuk mempunyai sumber daya, seperti kompetisi antar tiap orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Persaingan yang dilakukan antar badan usaha dalam sisitem ekonomi kapitalis adalah setiap individu berhak mendapatkan imbalan atas performa dan prestasi kerjanya.

Subandi (2005) mengatakan bahwa campur tangan maupun intervensi pemerintah sangatlah minim dalam hal pengertian ekonomi kapitalis.

Adam Smith dalam bukunya yang berjudul “An Inquiry the nature and Cause of the wealth of nation” menambahkan bahwa setiap orang dikehendaki atas kebebasannya dalam bekerja dan berusaha dalam persaingan yang sempurna dengan tanpa campur tangan pihak pemerintah.

4. SISTEM EKONOMI CAMPURAN

Ekonomi campuran adalah sistem perekonomian yang menggabungkan lebih dari satu aspek sistem ekonomi. Biasanya, di dalam ekonomi campuran terdapat paduan unsur kapitalisme dan sosialisme.

Tidak ada satu definisi yang pasti untuk ekonomi campuran, tetapi aspek penting yang menjadi cirinya adalah terdapatnya tingkat kebebasan ekonomi individu (termasuk kepemilikan industri secara individu) yang bersipadu dengan ekonomi terancang (termasuk campur tangan atas tanggung jawab sosial, pemulihan lingkungan, atau pemilikan aset atau sumber pengeluaran oleh negara).

Pada praktiknya, banyak negara mulai dari Amerika Serikat hingga Kuba menjalankan sistem perekonomian yang dapat dianggap sebagai ekonomi campuran.

5. SISTEM EKONOMI SOSIALIS

Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas, dan lain sebagainya.

Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan. Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.

Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis

  • Pemilikan harta oleh negara
  • Kesamaan ekonomi
  • Disiplin Politik

Ciri-ciri Ekonomi Sosialis:

  • Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
  • Peran pemerintah sangat kuat
  • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

6.PERAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI

peran penting pemerintah di bidang ekonomi adalah bagaimana mendorong penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat, serta pembukaan lapangan pekerjaan sebagai sumber nafkah bagi masyarakat.
Ada tiga sistem ekonomi yang di kenal di dunia, yaitu Sistem ekonomi Sosialis, Sistem ekonomi Kapitalis, dan Sistem ekonomi Islam. Sistem ini mempunyai karakteristik masing-masing.

1.    Sistem Ekonomi Sosialis
   Paham ini muncul sebagai akibat dari paham kapitalis yang mengekploitasi manusia, sehingga negara ikut campur cukup dalam dengan perannya yang sangat dominan. Akibatnya adalah tidak adanya kebebasan dalam melakukan aktivitas ekonomi bagi individu-individu, melainkan semuanya untuk kepentingan bersama, sehingga tidak diakuinya kepemilikan/ kekayaan pribadi. Paham sosialis ini merupakan paham yang bergerak menuju paham komunis.
Peran Negara dalam sistem ekonomi sosialis:
§   Negara mengatur semua alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi.
§   Pemerintah juga bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap pengawasan.
§   Negara bertanggung jawab dalam mendistribusikan sumber dan hasil produksi kepada seluruh masyarakat.
§   Negara mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.
§   Negara juga memiliki peran untuk mengendalikan harga-harga dan penyaluran barang.

2.    Sistem ekonomi Kapitalis
Berbeda dengan sistem sosialis, sistem ini sangat bertolak belakang dengan sistem Sosialis, di mana negara tidak mempunyai peranan utama atau terbatas dalam perekonomian. Sistem ini sangat menganut sistem mekanisme pasar. Sistem ini mengakui adanya tangan yang tidak kelihatan yang ikut campur dalam mekanisme pasar apabila terjadi penyimpangan (invisible hand). Yang menjadi cita-cita utamanya adalah adanya pertumbuhan ekonomi, sehingga setiap individu dapat melakukan kegiatan ekonomi dengan diakuinya kepemilikan pribadi. Peran negara di sini hanya berkaitan dengan hal-hal tertentu yang meliputi pertahanan keamanan, penegakan keadilan dan menyediakan dan memelihara sarana serta lembaga-lembaga publik tertentu. Peran negara tersebut dalam istilah Adam Smith dikatakan sebagai no intervetion atau Peran Minimal Negara.
Pada sistem ekonomi kapitalis ini negara memiliki 3 peranan yang merupakan peran fundamental yang menurut Adam Smith dengan peranan terbatas tersebut optimalisasi kesejahteraan individu pada lingkungan mikro dan negara pada lingkungan makro akan dapat tercapai.

3 peran tersebut, yaitu :
a.       Peran yang pertama adalah negara mempunyai fungsi untuk menegakkan keadilan. Fungsi ini ditujukan untuk menjaga kebebasan tiap individu dalam sistem pasar bebas yang merupakan sistem sosial masyarakat modern.Pemerintah hanya akan melakukan intervensi jika terjadi ketidak adilan dan ketimpangan dalam interaksi pasar bebas. Untuk optimalisassi peran pemerintah dalam menjalankan keadilan, maka pemerintah harus bertindak adil. Dengan kata lain pemerintah tidak memihak kelompok manapun yang ada dalam masyarakat.
b.      Peran yang kedua adalah pertahanan keamanan. Fungsi ini dimaksudkan negara wajib melindungi seluruh warga negaranya dari serangan dan ancaman dari bangsa dan negara lain. Dengan kata lain pemerintah tidak mencampuri langsung urusan ekonomi tetapi dengan cara melindungi seluruh warga negaranya sehingga tidak ada ancaman dalam melakukan kegiatan ekonomi.
c.       Peran yang ketiga adalah menyediakan sarana dan prasarana publik. Dalam hal ini pembangunan sarana infrastuktur baik berkenaan dengan sistem pasar bebas maupun berkenaan dengan sarana publik seperti jalan dan yang lainnya adalah menjadi kewajiban pemerintah.



3.    Sistem Ekonomi Islam
Sistem ekonomi Islam sudah ada jauh lebih dahulu dari kedua sistem yang dimaksud di atas, yaitu pada abad ke 6, sedangkan kapitalis abad 17, dan sosialis abad 18. Dalam sistem ekonomi Islam, yang ditekankan adalah terciptanya pemerataan distribusi pendapatan. Selain itu negara berperan sebagai Pengawas (hisbah), yang mengawasi berjalannya sistem pasar sehingga terwujud mekanisme pasar bebas. Dalam Islam kepemilikian pribadi juga diakui, namun terhadap setiap umat Islam yang mempunyai penghasilan yang mencukupi (memenuhi hisab), sebagian dari hartanya adalah milik orang-yang tidak mampu (zakat). Dalam Islam pilar yang menjadi etika ekonomi yang tidak terdapat dalam sistem ekonomi lainnya adalah tauhid, keadilan, keseimbangan, dan kebebasan.
Dalam memecahkan permasalahan perekonomian, berdasarkan fakta hakikat permasalahan ekonomi terletak pada bagaimana distribusi harta dan jasa di tengah-tengah masyarakat, sehingga titik berat pemecahan permasalahan ekonomi adalah bagaimana menciptakan suatu mekanisme distribusi ekonomi yang adil. Dalam sistem ekonomi islam Negara memberikan kebebasan dalam beraktivitas dalam perekonomian selain itu Negara mempunyai tanggung jawab untuk mengatur ekonomi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga pada akhirnya negara menjadi kuat.
Menurut Monzer Khaff, yang menjadi keterbatasan negara saat ini dalam menerapkan sistem negara islam adalah kurangnya komitment terhadap syariah, dan kurangnya komitmen terhadap shura (proses musyawarah untuk mufakat). Tetapi menurut Ibnu Khaldun, keruntuhan dan kejayaan suatu dinasti tidak hanya tergantung pada variabevariabel ekonomi namun tergantung dengan sejumlah faktor yang menentukan kualitas perorangan, masyarakat, pemerintahan dan Negara.

7. PERMINTAAN

Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu di pasar. Biasanya, tinggi permintaan akan mempengaruhi harga. Sebaliknya, rendahnya permintaan juga akan membuat harga semakin rendah

8. PENAWARAN


Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang yang tersedia untuk ditawarkan pada berbagai tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.

Jika harga naik, jumlah barang yang ditawarkan bertambah. Begitu juga ketika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga turun atau semakin sedikit.


9. FAKTOR-FAKTOR PERMINTAAN

  • Perilaku/selera konsumen.
  • Ketersediaan dan perubahan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap.
  • Pendapatan/penghasilan konsumen.
  • Perkiraan harga di masa depan.
  • Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen.
10. FAKTOR-FAKTOR PENAWARAN

  • Bencana Alam
  • Harga Barang Pengganti
  • Biaya Produksi
  • Kemajuan Teknologi
  • Pajak
  • Perkiraan Harga di Masa Depan

Comments